Archive for the ‘General’ Category

Angka Kemiskinan pada 2015 Turun Signifikan

October 30th, 2009

Ketua Tim Pengendali Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Wahnarno Hadi yakin jika angka kemiskinan di Indonesia pada 2015 akan turun secara signifikan.

Melalui program PNPM Mandiri angka kemiskinan hingga Maret 2009 sudah mencapai 14,15 persen dari jumlah total penduduk atau sekitar 32,55 juta rumah tangga miskin. Angka itu menurun 2,5 juta orang dibandingkan tahun 2008.

”Kami mengharapkan tahun 2015 bisa turun menjadi 7,5 persen saja sehingga kami yakin target Mellinium Development Goals (McDs) akan tercapai,” ujar Wahnarno dalam diskusi tentang ‘PNPM di Mata Parlemen’ di kompleks Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (21/10).

Menurut Wahnarno, PNPM Mandiri sejak diluncurkan tahun 2007 lalu telah berhasil memberikan lapangan kerja pada pengangguran terdidik sebanyak 3.188 orang sebagai konsultan, 18 ribu orang sebagai fasilitator, serta memberikan lapangan kerja melalui program padat karya kepada 62 juta orang penganggur di pedesaan.

”Selain itu kami juga telah mengucurkan dana modal kerja pada 680 ribu kelompok usaha di pedesaan maupun perkotaan,” paparnya.

Program pengentasan kemiskinan melalui PNPM Mandiri, ujar Wahnarno, dilakukan berdasarkan usulan dan kebutuhan masyarakat setempat. Ia menambahkan, secara langsung program itu berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga pengentasan kemiskinan sebagai target program tersebut secara signifikan mengena.

”Karena program pembangunan padat karya yang melibatkan partisipai masyarakat, maka program ini juga mampu menghemat biaya pembangunan di masyarakat sebesar 35 persen,” jelasnya.

Tahun 2010 mendatang, kata Wahnarno, anggaran pengentasan kemiskinan melalui PNPM Mandiri dinaikan menjadi Rp 12.9 triliun dari sebelumnya hanya Rp 10,3 triliun. Dengan dana itu, kata dia, setiap kecamatan di Indonesia akan memperoleh dana pengentasan kemiskinan antara Rp 750 juta hingga Rp 3 miliar per tahun.

”Tahun 2010 nanti dengan dana itu seluruh kecamatan di Indonesia akan terjangkau yaitu 6.408 kecamatan,” tegasnya.

Sumber:

http://www.menkokesra.go.id/content/view/13103/1/

Surat Keputusan Bersama (SKB) Penetapan Hari Libur Nasional 2010

October 30th, 2009

Hari libur nasional 2010, Jumat (7/8) diumumkan setelah tiga menteri menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB). Penetapan hari libur nasional disepakati rapat empat menteri yang dipimpin Menko Kesra Aburizal Bakrie, di Jakarta. SKB tersebut bernomor:1 Tahun 2009, Nomor: SKB/13/M.PAN/8/2009, dan Nomor : KEP.227/MEN/VIII/2009, tertanggal 7 Agustus 2009 tentang Hari Libur Nasional 2010.

Tiga menteri yang menandatangani surat keputusan bersama tersebut Menteri Agama M Maftuh Basyuni, Menakertrans Erman Suparno dan Meneg Pemberdayaan Aparatur Negara Taufik Efendi.

Adapun hari-hari libur nasional 2010 sebagai berikut:

  1. Jumat, 1 Januari  Tahun Baru Masehi
  2. Minggu, 14 Februari Tahun Baru Imlek 2561
  3. Jumat, 26 Februari Maulid Nabi Muhammad SAW
  4. Selasa, 16 Maret Nyepi Tahun Baru Saka 1932
  5. Jumat, 2 April  Wafat Yesus Kristus
  6. Kamis, 13 Mei Kenaikan Yesus Kristus
  7. Jumat, 28 Mei Raya Waisak 2554
  8. Sabtu, 10 Juli  Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
  9. Selasa, 17 Agustus  Hari Kemerdekaan RI
  10. Jumat dan Sabtu 10-11 September, Idul Fitri 1 Syawal 1431 H
  11. Rabu, 17 November Idul Adha 1431 H,
  12. Selasa, 7 Desember Tahun Baru 1432 H
  13. Sabtu 25 Desember Hari Raya Natal

Sedangkan untuk cuti bersama ditetapkan hanya tiga hari yakni, Kamis 9 September cuti bersama Idul Fitri; Senin 13 September cuti bersama Idul Fitri dan 24 Desember cuti bersama Natal.

Menko Kesra Aburizal Bakrie dalam keterangannya mengungkapkan, latar belakang dibuatnya surat keputusan bersama tiga menteri ini untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan hari-hari kerja, hari-hari libur, cuti bersama sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Selain itu, juga karena adanya masukan dari masyarakat, asosiasi pengusaha, lembaga pemerintah dan media massa tentang perlunya pengurangan jumlah cuti bersama dan cuti bersama berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan swasta.

“Kalau tahun sebelum kita menerapkan kebijakan cuti bersama dalam rangka recovery ekonomi untuk menarik wisata lokal dan luar negeri, maka tahun 2010 ini untuk meningkatkan produktivitas kerja,” kata Aburizal Bakrie.

Hari libur nasional 2010 sebanyak 14 hari, sementara cuti bersama sebanyak tiga hari, yakni dua hari berkaitan dengan Idul Fitri, dan satu hari dikaitkan dengan Natal.

Dalam empat tahun terakhir, jumlah cuti bersama semakin berkurang, yang semula (2007) sebanyak enam hari, pada 2008 lima hari, pada 2009 empat hari dan pada 2010 hanya tiga hari.

Sumber: indonesia.go.id

Jika Century Tidak Disuntik, Negara Bakal Rugi Rp 30 T

September 9th, 2009

Laporan wartawan PERSDA Hasanuddin Aco

JAKARTA, KOMPAS.com  – Terkait kasus bail out Bank Century Rp 6,75 triliun, petinggi Bank Indonesia ternyata mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah pengamat ekonomi yang dikenal selama ini bersuara lantang mengenai Century.

Pertemuan dihadiri Deputi Gubernur BI Budi Rochadi dan sejumlah pengamat diantaranya Analis Pasar Modal Yanuar Rizky, Ekonom Senior Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan, Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono, dan Ekonom Indef Iman Sugema. Pertemuan digelar di di Hotel Niko, Jakarta, Senin (7/9) malam. “Meski tetap terjadi perbedaan pendapat soal Century bersifat sistemik atau tidak, namun beberapa hal yang mengemuka dalam diskusi itu,” kata Tony Prasetiantono, dalam rilisnya ke Persda.

Menurut dia bail out Bank Centuty sudah benar sebab kalau tidak negara akan rugi Rp 30 triliun. “Memang ada yang mendebat, pemerintah AS tidak mem-bail out Lehman Brothers. Tapi sebenarnya mereka juga menyesal, karena dampak menularnya tak terduga,” katanya.

Bahkan belakangan, AS harus menalangi sektor riil, termasuk General Motors. Tapi demi akuntabilitas dan menghindari moral hazard, audit terhadap bail out Rp 6,7 T harus dilakukan. “Aliran dananya ke mana saja? Apakah ada petualang yang memanfaatkan situasi? BI juga harus bekerja lebih keras untuk mengantisipasi kemungkinan kasus-kasus sejenis pada bank-bank lain,” paparnya.

Dikatakan kasus Century telah melebar sedemikian rupa melampaui batas-batas isu ekonomi, dan berkembang ke arah politik, karena timing sekarang yang memang sedang akan pelantikan Presiden dan Wapres dan pembentukan kabinet. “Hal ini harus dihentikan, karena jika berlanjut akan merusak prospek penjualan Century kepada investor baru kelak. Recovery rate bisa rendah,” paparnya.

Dikatakan situasi pertengahan November 2008 memang menyulitkan pemerintah untuk menutup Bank Century. Soalnya, situasinya sedang amat under pressure, terutama setelah Lehman Brothers bangkrut 15 September 2008. “Meski krisis Century disebabkan oleh buruknya integritas pemilik dan bankirnya, namun hal ini sulit dipisah dari kondisi kiris global. Pengaruh krisis global sangat mencekam, sehingga jika Century ditutup akan berdampak menular. Lain ceritanya jika Cenrury ditutup sebelum Lehman Brothers,” papar Tony.

“Jika penutupan dilakukan, kerugian bisa mencapai Rp 30 triliun, karena efek menular. Saya menggarisbawahi bahwa tidak mungkin krisis Century dapat dilalui tanpa kerugian. Kerugian pasti terjadi. Jadi, jangan harap nanti jika Bank Century dijual akan menghasilkan recovery rate 100 persen atau bahkan untung. Ini adalah wishful thinking yang tidak realistis,” katanya.

Ibarat merawat orang sakit, lanjut Tony, mana mungkin untung sebab pasti akan ada ongkos yang harus dikeluarkan. “Yang bisa kita lakukan adalah mengupayakan recovery rate setinggi-tingginya,” paparnya.

Untuk menghindari berulangnya modus antaboga, Tony menyarankan agar BI membentuk intelligence unit, untuk memata-matai (spionase) kegiatan bank yang tidak dilaporkan dalam laporan keuangan. “Yang terjadi kemarin kan, BI tidak bisa mendeteksi produk antaboga yang tidak dilaporkan dalam laporan resmi, sehingga waktu diaudit tidak ketahuan. BI harus proaktif melakukan spionase,” paparnya.

PERSDA Hasanuddin Aco

Manchester United cancel tour game after Jakarta terrorist attack

July 17th, 2009

Manchester United have cancelled their match against an Indonesia Super League XI on July 20 in Jakarta following today’s bomb attacks, the club said.

The club arrived in Kuala Lumpur this morning to be immediately told of the terrorist atrocities that have rocked the Indonesian capital.

At least nine people, including some foreigners, were killed and at least 50 were injured in two large explosions at luxury hotels in Jakarta.

Sir Alex Ferguson and his squad were supposed to be flying to Jakarta tomorrow evening and staying at the Ritz Carlton Hotel, one of the terrorists’ targets.

After seeking advice from various parties, including the Foreign Office, United confirmed they would not be flying to Jakarta tomorrow.

“Following the explosions in Jakarta – one of which was at the hotel the team were due to stay in – and based on advice received, the directors have informed the Indonesian FA that the club cannot fulfil the fixture in Jakarta on the 2009 Asia tour,” a club statement said.

David Gill, United’s chief executive, indicated the team might extend its stay in Malaysia but would consult the country’s football association before announcing a decision.

“We have to consider the safety of the players and the staff and everyone else in the team because they are of paramount importance,” Gill said.

A further statement by the club added that they were “deeply disappointed at not being able to visit Indonesia” and said “our thoughts go to those affected by the blasts.”

The near simultaneous explosions occurred at about 8am in the Ritz Carlton and in the nearby JW Marriott, the hotel where twelve people were killed and 150 injured in a suicide bombing almost six years ago.

The first blast killed seven people and the second killed two, an eyewitness told The Times. Many of the residents at the Marriott had rushed into the street when they heard the first bomb go off, preventing further deaths as the Marriott restaurant was nearly empty when the second blast occurred.

There must be some doubt over United’s entire tour, which is also supposed to take in trips to Seoul and Hangzhou in China.

A senior United figure was visibly shocked at discovering the extent of the damage caused by the bombs, with a further attack, in addition to the two hotel explosions, said to have taken place on a toll road leading into the city.

There had been fears of such an attack when the club agreed to visit Indonesia, although officials had played down such concerns.

The attacks did not dampen the enthusiasm for United’s arrival in Malaysia though, with fans cramming the Mandarin Hotel to get the first glimpse of Wayne Rooney, Rio Ferdinand and the rest of the squad.

A crowd approaching 100,000 had been expected in Indonesia for a game due to be played on Monday.

RSS Feed

Search

  • Categories

  • Archives

  • Affiliates

    View blog authority
    Free PageRank Checker
    eXTReMe Tracker
  • Disclosure

    I hereby state that I have received financial compensation for some of the posts on this blog from sponsors who want to have their product(s) and/or service(s) be reviewed by me.